atikaa08's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Pemrosesan Informasi

 

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

Teori pengolahan informasi merupakan pendekatan untuk mempelajari perkembangan kognitif yang lahir dari tradisi eksperimental Amerika dalam psikologi. Teoritikus informasi pengolahan mengusulkan agar pikiran manusia disamakan seperti sebuah komputer yang merupakan sebuah sistem yang memproses informasi melalui penerapan aturan logika dan strategi. Seperti komputer, pikiran memiliki kapasitas yang terbatas untuk jumlah dan sifat informasi yang dapat diproses.

Seperti komputer yang dapat dibuat menjadi informasi yang lebih baik oleh prosesor  dalam perangkat keras (misalnya, papan sirkuit dan microchip) dan perangkat lunak (program), begitu juga dengan anak-anak yang menjadi lebih canggih dalam proses berpikir melalui perubahan dalam otak dan sistem sensorik (hardware) dan dalam aturan dan strategi (perangkat lunak) yang mereka pelajari.

Komponen pertama dari sistem memori yang dijumpai oleh informasi yang
masuk adalah registrasi penginderaan. Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera dan menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Bila tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam register penginderaan, maka dengan cepat informasi itu akan hilang.

Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran.

(Slavin,2000:176)

Interpretasi seseorang terhadap rangsangan dikatakan sebagai persepsi. Persepsi [perception] merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adalah persepsi manusia yang bersangkutan. Persepsi harus dibedakan dengan sensasi [sensation]. Yang terakhir ini merupakan fungsi fisiologis, dan lebih banyak tergantung pada kematangan dan berfungsinya organ-organ sensoris. Sensasi meliputi fungsi visual, audio, penciuman dan pengecapan, serta perabaan, keseimbangan dan kendali gerak. Kesemuanya inilah yang sering disebut indera. Berbeda dengan sensasi, persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya. Benda berwarna merah akan memberikan sensasi warna merah, tapi orang tertentu akan merasa bersemangat ketika melihat warna merah itu, misalnya.

Persepsi dari stimulus tidak langsung seperti penerimaan stimulus, karena persepsi dipengaruhi status mental, pengalaman masa lalu, pengetahuan, motivasi, dll. Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian, akan ditransfer ke pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara untuk menyimpan informasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. Memori jangka pendek (STM) juga dikenal sebagai memori kerja, dan adalah di mana kesadaran ada. STM adalah memenuhi apa yang sudah diketahui, dan di mana pemikiran dilakukan. Saat memahami dan menghadiri rangsangan, informasi kemudian diproses secara aktif berdasarkan informasi yang disimpan dalam LTM (Long Term Memory). Dalam hal karakteristik memori ini terdapat tahap perwakilan yang menirukan bunyi. Hal ini terbatas pada 5-9 item, dan itu berlangsung hanya sekitar 20 detik. Adanya gangguan adalah penyebab utama lupa. Yang paling penting dari karakteristik ini adalah 5-9 item. Sebuah contoh umum dari hal ini adalah informasi untuk memanggil nomor telepon. Setelah operator memberikan nomor tersebut, Anda mulai mengulanginya untuk menyimpannya di STM. Pengulangan ini disebut latihan. Latihan juga dapat digunakan untuk mendapatkan informasi ke dalam LTM, tetapi sangat tidak efisien. Latihan terutama melayani fungsi pemeliharaan, melainkan dapat digunakan untuk menyimpan informasi dalam STM. Saat menghafalkan nomor telepon, jika seseorang menyela Anda untuk mengajukan pertanyaan, hal tersebut akan mengganggu konsentrasi untuk mengingat nomor itu dan nomor telepon hilang.  Sehingga Anda harus memanggil informasi lagi.

Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang. Tulving (1993) dalam (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu memori episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman pribadi kita, memori semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum, dan memori prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu.

Lingkup / Aplikasi:

Teori pengolahan informasi telah menjadi teori umum kognisi manusia; chunking fenomena telah diverifikasi di semua tingkat proses kognitif.

Contoh:

Contohnya adalah kemampuan untuk mengingat deretan panjang angka biner karena mereka dapat dikodekan ke dalam bentuk desimal. Sebagai contoh, urutan 0010 1000 1001 1100 1101 1010 dapat dengan mudah diingat sebagai 2 8 9 CD A. Tentu saja, hal ini hanya akan bekerja untuk seseorang yang dapat mengkonversi bilangan biner ke heksadesimal.

Prinsip:

1. Memori jangka pendek (atau rentang perhatian) adalah terbatas pada tujuh bongkahan informasi.

2. Perencanaan (dalam bentuk unit TOTE) adalah proses kognitif yang mendasar.

3. Perilaku adalah terorganisasi hierarkis (misalnya, potongan, TOTE unit)

 

No Responses to “Pemrosesan Informasi”

Comments are closed.

Leave a Reply